• img
23 July 2018

Prinsip Kerja Motor Brushless DC

Belakangan ini banyak sekali yang menggunakan motor listrik berjeis Bushless DC (BLDC), dimana motor DC ini tidak menggunakan Brush (sikat) untuk proses komutasi. BLDC motor banyak digunakan di teknologi seperti otomasi industri manufaktur ataupun yang otomasi non-manufaktur seperti, robot, ROV, UAV, aeromodeling, sampai RC cars.

BLDC ini mempunyai kontruksi yang sangat simple sehingga menjadi pertimbangan pemakaina BLDC motor pada pengembangan bidang otomasi tersebut. Bahkan mobil listrik maupun mobil hybrid yang sedang menjadi trend akhir-akhir ini juga menggunakan BLDC motor sebagai sumber tenaga penggerak diarenakan mempunyai efisiensi yang sangat besar sampai mencapai 95%.

BLDC motor juga digunakan pada motor penggerak hardisk  yang membutuhkan kecepatan serta ketahanan tinggi. BLDC sudah mulai mengalami perkembangan sejak tahun 1962 oleh T.G. Wilson dan P.H Trickey. Kemudian tahun 1980-an, ketika pemproduksian magnet permanen secara masal.  Sejak saat itu juga, Robert E. Lordo membuat BLDC motor yang memiliki daya sepuluh kali lebih besar daripada produk BLDC sebelumnya.

Secara umum BLDC ini dapat menghasillan  torsi besar dan memiliki range RPM yang tinggi. Dalam kondisi poros atau anggota yang menempel pada poros dengan serangkaian domain magnet permanen. Kebanyakan torque sensor menggunakan pengukur regangan kemudian diterapkan pada poros berputar atau poros. Bagaimana cara mengukur torque?

Pengukaran torque statis ini relative lebih mudah diukur dibandingkan dengan tosi dinaamis. Karena sensor torsi yang dinamis ini membutuhkan transfer dari beberapa efek (listrik atau magnet) dari poros yang diukur system statis.

Gambar – Skema Kerja Motor BLDC (www.web-uvic.ca)

Cara Pengukuran Torque

Cara pengukuran torque dimulai dengan cara pengukuran sudut memutar atau pengukuran pergeseran fasa, dimana sudut twist akibat torsi ini diterapkan pengukurannya dengan menggunakan dua sensor posisi sudut. Teknik tersebut digunakan dalam mesin turboprop Allison T56 yang dimesin turboprop Allison T56 ini menggunakan poros tunggal.

Karakteristik magnetic ini ditunjukan dari domain akan bervariasi dengan torsi yang diterapkan. Sensor torque biasanya digunakan didalam kendaraan. Oleh karena itu sensorindo adalah perusahaan yang menyediakan berbagai macam sensor, salah satunya adalah jual sensor torsi ini dengan kualitas terbaik dan juga harga terjangkau.