PFM500 tipe poros pendek: flowmeter area (flowmeter nilai mengambang)

PFM500 tipe poros pendek: flowmeter area (flowmeter nilai mengambang) | Aplikasi: menara pencuci | Papan PCB proses basah pembersihan air murni | Peralatan pengolahan air murni RO | Desain transparan aliran pipa air keran | Desain pipa vertikal | Instalasi pipa pelarut organik | Instalasi peralatan air hemat energi bangunan pintar | Peralatan kolam renang

Category:

Description

PFM500 Alarm Type: Area Flow Meter (Float Flow Meter)

Spesifikasi Teknis

  • Jenis alat: Flow Meter Tipe Area (Pelampung / Float Flow Meter)
  • Media terukur: Pelarut non-organik, air umum, air ledeng
  • Kondisi penggunaan: Viskositas ≤ 3 cP
  • Suhu kerja maksimum: 100℃
  • Tekanan kerja maksimum:
    • Pipa UPVC: 6 kg/cm²
  • Sakelar alarm opsional: 1 atau 2 set
  • Akurasi: ±5% dari Skala Penuh (FS)

Deskripsi Umum

Area Flow Meter adalah flow meter tipe tekanan diferensial yang digunakan untuk mengukur laju aliran cairan, gas, maupun uap.
Alat ini memiliki desain yang sederhana, andal, dan fleksibel, dengan karakteristik penurunan tekanan yang relatif konstan selama operasi.

Indikasi laju aliran diberikan secara visual melalui posisi pelampung (float), piston, atau sirip (vane) di dalam tabung pengukur.
Ketika laju aliran meningkat, elemen pengukur tersebut bergerak naik karena area aliran membesar.
Sebaliknya, saat laju aliran berkurang, gravitasi atau pegas mengembalikan elemen ke posisi semula.

  • Flow meter gravitasi harus dipasang secara vertikal.
  • Flow meter berpegas (spring-loaded) dapat dipasang pada berbagai orientasi.

Setiap flow meter tipe area memiliki indikator lokal, dan dapat dilengkapi dengan sensor posisi serta transmitter seperti pneumatik, elektronik, digital, atau serat optik untuk pengiriman sinyal ke sistem kontrol jarak jauh.

Jenis-jenis Variable Area Flow Meter

Flow meter tipe area variabel tersedia dalam beberapa desain, antara lain:

  1. Rotameter (pelampung dalam tabung berbentuk kerucut)
  2. Kombinasi Orifice/Rotameter (bypass rotameter)
  3. Katup saluran terbuka variabel (Open Channel Variable Gate)
  4. Cone Quick Plug
  5. Desain Sirip (Vane) atau Piston

Rotameter

Rotameter merupakan jenis flow meter area variabel yang paling banyak digunakan.
Perangkat ini terdiri atas tabung kerucut vertikal dari kaca atau plastik, serta pelampung (float) yang dapat bergerak bebas di dalam tabung.

Walaupun tergolong alat berbasis tekanan diferensial, rotameter sebenarnya bekerja dengan tekanan diferensial konstan.
Pemasangan dilakukan dengan mudah melalui sambungan flange (flange end fitting) pada sistem perpipaan.

Ketika tidak ada aliran, pelampung berada di bagian bawah tabung.
Saat cairan masuk dari bawah, pelampung mulai terangkat sesuai dengan laju aliran.
Posisi pelampung menunjukkan titik keseimbangan antara perbedaan tekanan di atas dan bawah terhadap berat pelampung itu sendiri.
Semakin besar aliran fluida, semakin tinggi posisi pelampung.

Pada cairan, pelampung terangkat karena gaya apung dan kecepatan fluida,
sedangkan pada gas, gaya apung dapat diabaikan dan pelampung terutama bergerak karena kecepatan fluida (velocity head).

Prinsip Kerja Area Flow Meter

Ketinggian pelampung di dalam tabung menunjukkan langsung laju aliran fluida.
Tabung dapat dikalibrasi dan dilengkapi skala pengukuran dalam satuan aliran tertentu.

Fitur Utama

  • Ketinggian pelampung menunjukkan langsung laju aliran.
  • Tabung dapat dikustomisasi dan dikalibrasi dalam satuan tertentu (LPM, m³/h, SCFM, dll).
  • Turndown ratio hingga 12:1.
  • Akurasi hingga ±1% dari skala penuh (FS) pada model presisi tinggi.
  • Tabung tersedia dari kaca, logam, atau plastik dengan diameter ¼” hingga >6”.
  • Kaca: cocok untuk aplikasi aman seperti udara dan air.
  • Logam: digunakan pada kondisi bertekanan/suhu tinggi.
  • Plastik: ideal untuk cairan korosif atau air deionisasi dengan biaya menengah.
  • Tahan terhadap perubahan viskositas, terutama pada model berukuran besar.
  • Dapat dilengkapi pelampung magnetik untuk fungsi alarm atau sinyal otomatis.
  • Pembacaan langsung tanpa perangkat tambahan, namun dapat dikombinasikan dengan sensor elektronik untuk output sinyal.
  • Setiap posisi pelampung mewakili laju aliran tertentu berdasarkan densitas dan viskositas fluida.
  • Banyak model dilengkapi katup pengatur manual untuk kontrol aliran.
  • Desain pelampung dengan alur (slot) menyebabkan pelampung berputar untuk meningkatkan stabilitas dan pusat gravitasi,
    yang menjadi asal nama “Rotameter”.

Kalibrasi dan Skala

Rotameter umumnya telah dikalibrasi untuk air atau udara, dengan skala pembacaan langsung.
Untuk fluida lain, diperlukan konversi ke aliran standar:

  • Cairan: ekuivalen air (GPM).
  • Gas: ekuivalen udara (SCFM).

Produsen biasanya menyediakan tabel konversi, nomogram, atau perangkat lunak bantu untuk menentukan kapasitas dan ukuran rotameter yang sesuai.

Keunggulan Utama

  • Biaya rendah dan perawatan minimal
  • Desain sederhana dan andal
  • Penurunan tekanan rendah
  • Cakupan aplikasi luas
  • Output linear dan mudah dibaca