Tipe FSP900: Pengukur Aliran Penyisipan | Termometer | Sakelar Aliran Air | Sakelar Aliran Massa Termal | pengukur aliran kalorimetri

Rentang aliran: Air: 0,03~3 m/detik

Minyak: 0,03~3 m/detik

Diameter pipa yang berlaku: DN8~DN350Fluida

deteksi: air, minyak Kelas

perlindungan: IP67

Categories: ,

Description

 

FSP900 Water Flow Meter/Switch | Flow Meter Kalorimetrik

FSP900 Water Flow Meter/Switch | Flow Meter Kalorimetrik
adalah flow meter berperforma tinggi yang sangat cocok digunakan untuk sistem pendingin udara (AC). Produk ini menggunakan sensor presisi tinggi yang dapat mendeteksi aliran air dan minyak, dengan rentang kecepatan aliran minimum 0,033 m/s. Cocok untuk ukuran pipa dari DN8 hingga DN350, dan banyak digunakan dalam sistem AC serta bidang lainnya.

Produk ini terbuat dari baja tahan karat (stainless steel), yang tahan korosi dan memiliki umur pakai panjang. Berbeda dengan flow switch tipe pelat target, FSP900 menggunakan teknologi canggih yang dapat mendeteksi aliran fluida secara real-time dengan akurasi tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi sistem pendingin udara.

Selain itu, FSP900 Flow Meter juga memiliki tingkat perlindungan IP67, dengan durabilitas dan stabilitas yang tinggi. Jika Anda mencari flow meter berperforma tinggi untuk meningkatkan efisiensi operasional sistem AC, maka FSP900 adalah pilihan ideal Anda.

Desain Pemantauan Jarak Jauh

  • ecc200_iot
  • IoT module

Cara Kerja FSP900 Water Flow Switch | Flow Meter Kalorimetrik

Flow switch FSP900 dipasang di ujung keluaran air dingin pada unit pendingin air dan pada keluaran air pendingin/chilled water dari chiller pendingin air.

Ketika sistem pendingin bekerja normal, flow switch dalam keadaan tertutup (normally closed). Saat aliran air mencapai nilai tertentu, flow switch menutup, kompresor akan menyala, dan sistem AC mulai beroperasi.

Jika terjadi kebocoran air atau penurunan aliran air karena sebab lain, maka saat aliran menurun ke nilai tertentu, flow switch akan terbuka (terputus)kompresor berhenti, dan sistem HVAC berhenti beroperasi.

Posisi Instalasi FSP900 Flow Switch dalam Sistem AC

  1. Pipa keluar air pendingin
  2. Kondensor chiller pendingin air
  3. Evaporator chiller pendingin air
  4. Pipa keluar air dingin
  5. Flow Switch FSP900

Fungsi FSP900 Flow Switch

Ketika sistem AC memiliki aliran air yang cukup, flow switch akan menutup dan kompresor dapat mulai bekerja, menjamin operasi sistem yang aman dan efisien.

Jika laju aliran terlalu kecil:

  1. Beban evaporator berkurang, suhu evaporasi terlalu rendah → kapasitas pendinginan turun, efisiensi menurun.
  2. Aliran terlalu kecil → evaporator bisa membeku, tekanan hisap kompresor terlalu rendah → risiko kerusakan kompresor akibat sulitnya pengembalian oli.
  3. Aliran air pendingin kondensor terlalu kecil → pembuangan panas tidak efisien → suhu kondensasi meningkat → penurunan kapasitas pendinginan dan efisiensi.
  4. Aliran terlalu kecil secara ekstrem → kondensor tidak dapat membuang panas, suhu kondensasi dan suhu buang kompresor naik → dapat menyebabkan kerusakan kompresor akibat karbonisasi oli pelumas.

Nilai Aliran Desain (Contoh Perhitungan)

Diketahui: kapasitas pendinginan chiller = 32 kW.
Tujuan: menghitung nilai aliran penutupan (close) dan pembukaan (open) flow switch air dingin.

  1. Nilai aliran penutupan dapat dihitung dari rumus desain evaporator:
    Nilai aliran air (m³/h) = fungsi dari kapasitas pendinginan unit.
  2. Setelah mempertimbangkan kesalahan sensor, nilai aliran pemutusan (open) flow switch adalah (3,1 ± 0,2) m³/h.

Aplikasi FSP900 Water Flow Switch | Flow Meter Kalorimetrik

Probe dari baja tahan karat yang tahan korosi digunakan untuk mendeteksi kondisi aliran air. Saat air mengalir, kecepatan dan suhu air terdeteksi secara cepat, dan menghasilkan sinyal status aliran air.

Namun, saat dipasang pada pipa kecil, hambatan besar bisa muncul dan tidak disarankan dipasang pada pipa berkelok karena mudah terjadi getaran air yang menyebabkan frekuensi switching tinggi.

FSP900 berhasil mengatasi masalah ini — tidak seperti desain flow switch tradisional yang rawan patah di area belokan pipa besar.

Selain itu, FSP900 dapat dipasang lebih dekat ke katup atau belokan, mengurangi kebutuhan panjang pipa lurus, menghemat biaya instalasi dan meningkatkan stabilitas proteksi aliran air.

ecc200_iot

Masalah Flow Switch Tipe Target Tradisional

  • Gaya yang bekerja pada pelat target bergantung pada kecepatan dan luas target.
  • Pada pipa besar dan aliran tinggi, pelat target mudah bengkok atau patah.
  • Butuh jarak lurus minimal 5× diameter pipa sebelum dan sesudah flow switch — sulit dipenuhi di ruang mesin kecil.
  • Aliran tidak merata di pipa lengkung menyebabkan patah akibat gaya tidak seimbang.
  • Water hammer dari pompa menyebabkan pelat target bengkok atau rusak.

Jenis Flow Switch Lainnya

1. Flow Switch Mekanik (Pelat/Baffle Flow Switch)

Prinsip: Air mendorong pelat logam (baffle) → menggerakkan mikro-saklar.
Kelebihan: sederhana, murah.
Kekurangan: aus karena mekanis, kurang stabil di air kotor.

Spesifikasi:

  • Tegangan: 250V (maks)
  • Arus: 1A, 50VA
  • Tahanan tekanan: 25bar (50bar opsional)
  • Suhu kerja: -20…90°C
  • Perlindungan: IP65
  • Bahan: kuningan berlapis nikel, baja tahan karat, segel PTFE

Aplikasi:
Air, uap, minyak, sistem industri, kompresor, pendingin, dan sistem otomasi.

2. Flow Switch Termal (Thermal Flow Switch)

Prinsip: Berdasarkan perpindahan panas fluida. Semakin cepat aliran, semakin banyak panas yang dibawa.
Kelebihan:

  • Tidak ada bagian bergerak → tidak aus.
  • Anti korosi, anti kerak.
  • Akurat dan cepat.
  • Dapat memiliki dua output relay dan indikator LED.

Spesifikasi Utama:

  • Rentang: air 0–10 m/s, minyak 0–15 m/s, gas 0–30 m/s
  • Tegangan kerja: DC24V, AC/DC110–220V
  • Output: relay, PNP, NPN
  • Suhu operasi: -20–80°C (normal), 0–150°C (tinggi)
  • Waktu tunda: 1–10 detik
  • Perlindungan: anti polaritas terbalik, arus lebih, dan hubung singkat

3. Flow Switch Diferensial Tekanan (Differential Pressure Flow Switch)

Deskripsi:
Dirancang khusus untuk kontrol OEM dengan akurasi tinggi. Nilai tekanan diferensial diatur pabrikan agar pengguna tidak dapat mengubah setpoint, mengurangi kesalahan di lapangan.

Spesifikasi:

  • Suhu lingkungan: -20~71°C
  • Tekanan statis maks: 10 bar
  • Diferensial maks: 5 bar
  • Akurasi pengulangan: ±1%
  • Output: SPDT (kontak kering), 10A/250V maks
  • Media: air, udara

4. Flow Switch Inframerah (Infrared Flow Sensor)

Fungsi:
Digunakan pada pemanas air instan untuk mendeteksi aliran masuk. Saat air mengalir, impeller berputar, menghasilkan sinyal pulsa ke pengendali untuk menyalakan atau mematikan sistem.

Kelebihan:

  • Tidak ada medan magnet (anti gangguan).
  • Tidak terpengaruh kualitas air.
  • Akurat: pada 1 liter/menit dapat menghasilkan ~1200 pulsa/menit.

FAQ (Pertanyaan Umum)

  1. Apa itu Thermal Mass Flow Meter?
    → Alat untuk mengukur laju aliran cairan atau gas menggunakan elemen panas dan sensor suhu.
  2. Bagaimana prinsip kerjanya?
    → Mengukur panas yang dibawa oleh fluida untuk menentukan kecepatannya.
  3. Apa keunggulannya?
    → Sensitivitas tinggi, cepat merespons, akurat, dan bisa mengukur fluida kental.
  4. Fluida apa saja yang bisa diukur?
    → Air, minyak, udara, oksigen, dan lainnya.
  5. Apa yang harus diperhatikan saat penggunaan?
    → Hindari gelembung udara, partikel padat, dan lakukan kalibrasi berkala.
  6. Rentang pengukuran?
    → Dari beberapa mikroliter/menit hingga ribuan liter/menit (tergantung model).
  7. Bagaimana memilih flow meter yang sesuai?
    → Sesuaikan dengan kebutuhan rentang aliran, akurasi, dan lingkungan kerja.
  8. Bagaimana metode instalasinya?
    → Bisa dengan pipa lurus, tipe intubasi, atau flange tergantung kebutuhan.
  9. Apakah bisa dikontrol otomatis?
    → Ya, bisa diintegrasikan dengan sistem kontrol otomatis.
  10. Bagaimana perawatannya?
    → Bersihkan pipa secara berkala, hindari benturan mekanis, suhu ekstrem, dan kelembapan tinggi.