Tipe TMFC50: Pengontrol Aliran Massa

Fitur Pengontrol Aliran Massa TMFC50 | Aplikasi Kontrol Aliran Gas: Pembersih Plasma | Kotak/Disk Katup Pengalih Gas | Kontrol Aliran Keluaran Kabinet Tabung Gas | Kontrol Keluaran Generator Gas | Kontrol Pengelasan Api | Pengukuran Perpipaan Sumber Gas

Category:

Description

TMFC50 Mass Flow Controller | Pengendalian Aliran Gas

Fitur Utama

  • Akurasi tinggi pada laju aliran rendah
  • Waktu respons cepat (≤ 1,0 detik)
  • Rentang tekanan kerja luas hingga 1300 PSIG
  • Tanpa kebocoran
  • Tidak memerlukan kompensasi suhu atau tekanan
  • Kompatibel dengan berbagai jenis sambungan koneksi
  • Sensor dapat dilepas untuk menjaga stabilitas tinggi
  • Nilai ketahanan terhadap korosi sangat baik
  • Linearitas unggul
  • Stabilitas jangka panjang yang sangat baik
  • Desain modular
  • Sistem kontrol aliran yang ringkas
  • Tersedia video produk

Keuntungan dan Aplikasi

Mass Flow Controller (MFC) TMFC50 digunakan untuk pengukuran dan pengendalian presisi aliran gas dalam berbagai sistem industri, di antaranya:

  • Pembersih plasma (Plasma Cleaner)
  • Kotak/panel katup pengalihan gas (Gas diverter valve box/panel)
  • Kontrol aliran keluaran kabinet silinder gas
  • Kontrol keluaran generator gas
  • Kontrol pengelasan api (Flame welding control)

Jenis-jenis Mass Flow Controller dalam Seri TMFM/TMFC

Mass Flow Controller seri TMFM/TMFC menggunakan teknologi penginderaan massa termal (Thermal Mass Sensing) untuk mengontrol laju aliran gas berdasarkan massa gas yang mengalir.
Dalam portofolio TMFC, terdapat beberapa tipe Mass Flow Controller dengan teknologi sensor yang berbeda, antara lain:

  1. Mass Flow Controller dengan Sensor Bypass
    • Cocok untuk aplikasi gas bersih dan kering.
    • Memberikan presisi tinggi dan repeatability yang sangat baik.
  2. Mass Flow Controller dengan Prinsip In-line (On-line Principle)
    • Ideal untuk aplikasi gas dengan kemurnian tinggi (>99,9%).
    • Direkomendasikan untuk kondisi yang menuntut konsistensi dan keandalan tinggi dibandingkan akurasi absolut.
  3. Mass Flow Controller dengan Teknologi Kontrol Pipa (Piping Control Technology)
    • Mampu mengukur dan mengendalikan aliran gas secara bersamaan.
  4. Mass Flow Controller dengan Teknologi Sensor MEMS (seperti TMFM6000)
    • Cocok untuk kebutuhan tampilan laju aliran massa dan pengukuran dengan rentang aliran luas.
  5. Mass Flow Controller dengan Teknologi In-line (CMOS)
    • Memberikan keandalan tinggi dan kinerja stabil untuk sistem otomasi gas modern.

Prinsip Kerja Mass Flow Controller (MFC)

Mass Flow Controller (MFC) adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan mengatur laju aliran fluida (baik cairan maupun gas).
Setiap MFC dikalibrasi untuk jenis fluida dan rentang aliran tertentu.

  • MFC memiliki set point antara 0% hingga 100% dari skala penuh.
    Untuk hasil paling akurat, MFC biasanya dioperasikan pada 10%–90% dari skala penuh.
  • MFC dapat bekerja secara analog atau digital:
    • MFC digital mampu mengontrol beberapa jenis fluida.
    • MFC analog hanya dapat digunakan untuk fluida yang telah dikalibrasi khusus.

Setiap MFC terdiri dari:

  • Port masuk (inlet port)
  • Port keluar (outlet port)
  • Sensor aliran massa (mass flow sensor)
  • Katup kontrol proporsional (proportional control valve)

Sistem ini bekerja dengan prinsip loop tertutup (closed-loop system), di mana:

  1. Operator atau sistem eksternal memberikan sinyal input (set point).
  2. Sinyal tersebut dibandingkan dengan pembacaan dari sensor aliran massa.
  3. Katup proporsional disesuaikan untuk mencapai laju aliran sesuai dengan set point.

Aliran biasanya ditentukan sebagai persentase dari skala kalibrasi penuh, dan dikontrol melalui sinyal tegangan listrik.

Catatan:
Tekanan gas atau cairan yang disuplai ke MFC harus berada dalam rentang tekanan yang sesuai.

  • Tekanan terlalu rendah → suplai fluida tidak mencukupi, aliran tidak mencapai set point.
  • Tekanan terlalu tinggi → dapat menyebabkan fluktuasi dan ketidakstabilan aliran.

Beberapa teknologi pengukuran yang digunakan dalam MFC antara lain:

  • Perbedaan tekanan (ΔP)
  • Perbedaan suhu (ΔT)
  • Gaya Coriolis
  • Ultrasonik
  • Elektromagnetik
  • Turbin, dan lainnya.

Pemasangan Mass Flow Meter

Dengan meningkatnya penggunaan mass flow meter, sering terjadi kesalahan saat pemasangan pertama, seperti arah terbalik, pemasangan tidak sesuai, atau tekanan mekanis berlebih yang mengganggu akurasi alat.

Tekanan mekanis yang berlebihan saat pemasangan sensor dapat menyebabkan pergeseran titik nol (zero drift), sehingga pembacaan menjadi tidak akurat.
Oleh karena itu, pemasangan yang benar sangat penting untuk menjaga akurasi dan stabilitas pengukuran.

1. Pemilihan Metode Pemasangan

Metode pemasangan sensor ditentukan oleh jenis fluida dan kondisi prosesnya.
Terdapat tiga metode umum:

  1. Untuk fluida cair:
    • Pasang sensor dengan cangkang menghadap ke bawah.
    • Hal ini mencegah terperangkapnya udara dalam tabung getar sensor dan meningkatkan akurasi pengukuran massa.
  2. Untuk fluida gas:
    • Pasang sensor dengan cangkang menghadap ke atas.
    • Mencegah akumulasi kondensat di dalam tabung sensor.
  3. Untuk campuran cair-padat (slurry):
    • Pasang sensor secara vertikal.
    • Mencegah partikel padat menumpuk di dalam tabung pengukur gaya Coriolis.
    • Cocok juga jika sistem pipa perlu dibersihkan dengan gas atau uap.
    • Namun, metode ini membutuhkan penopang yang lebih kuat dan menyebabkan penurunan tekanan lebih besar.

Jenis-jenis Mass Flow Meter (Berdasarkan Bidang Teknik)

Menurut berbagai bidang keilmuan, istilah mass flow meter memiliki arti berbeda:

  • Ilmu komputer: sensor pengukuran massa berbasis elektronik digital
  • Teknik mesin: alat pengukur aliran fluida berdasarkan massa
  • Teknik kelautan: sensor pengukuran massa fluida bawah laut
  • Teknik elektronika: pengukuran aliran massa termal
  • Teknik elektro: sistem pengukuran laju aliran berbasis massa fluida