Sistem Monitoring Alat Berat & Konstruksi
Konsumsi BBM yang tidak pasti, jam kerja yang sulit dibuktikan, sampai muatan beton yang berkurang saat di perjalanan, merupakan masalah yang sering dianggap wajar di industri alat berat. Padahal, semua bisa dipantau. Sistem monitoring alat berat berbasis sensor ini dapat membantu Anda mengubah hal-hal yang biasanya hanya jadi spekulasi, menjadi data yang bisa dipertanggungjawabkan mulai dari konsumsi bahan bakar, jam operasional aktual, sampai putaran drum mixer, semuanya langsung dari satu platform.
1. Monitoring Bahan Bakar Dump Truck
Laporan konsumsi bahan bakar dump truck biasanya cuma berdasarkan hitungan kasar dari pengisian tangki, bukan pemakaian sebenarnya. Akibatnya, selisih antara bensin yang dibeli dan yang benar-benar terpakai sering jadi masalah yang sulit dilacak, apalagi untuk unit besar seperti BelAZ atau Caterpillar yang konsumsinya tinggi.
Dengan sistem ini, Anda dapat mengukur penggunaan bahan bakar secara real-time dan cepat mendeteksi jika ada anomali dalam penggunaan bahan bakar unit dump truk Anda.
Cara Kerja Sistem
Fuel Flow Meter Sensor dipasang di jalur suplai dan jalur balik bahan bakar mesin, lalu mengirimkan data via CAN bus (SAE J1939) atau RS485 (MODBUS) ke Display yang dipasang di kabin operator untuk menampilkan data secara langsung.
Integrasi ke Sistem Lain
Apa saja yang bisa dipantau?
- Konsumsi BBM sesaat.
- Jam operasi mesin.
- Waktu kerja nominal.
- Total konsumsi bahan bakar.
- Waktu idle mesin.
- Waktu overload mesin.
Semua data ini direkam otomatis tanpa perlu input manual dari operator, jadi laporan harian lebih akurat dan nggak makan waktu.
Kondisi Bensin Tetap Bersih
Komponen yang Digunakan
Deaerator
Display RS
Fuel Flow Meter
2. Monitoring Jam Kerja Alat Berat
Selama ini jam kerja alat berat hanya dihitung dari nyala-matinya mesin. Padahal, mesin bisa nyala berjam-jam tanpa unit benar-benar bekerja atau tanpa ada operator. Hasilnya, perhitungan beban kerja, jadwal perawatan, dan penggajian operator menjadi tidak akurat, dan ini bisa berdampak ke biaya operasional dalam jangka panjang.
Maka dari itu sistem ini hadir dengan solusi modern yang siap mengatasi masalah-masalah tersebut. Berikut perbandingannya:
Metode Lama
Mengandalkan sensor kunci kontak atau tekanan oli
Selama ini, jam kerja alat berat hanya dihitung dari sensor kunci kontak (ignition) atau tekanan oli mesin. Masalahnya, mesin bisa saja terus nyala tapi unit nggak benar-benar bekerja, jadi datanya kurang menggambarkan kondisi aktual di lapangan.
Mesin yang idle lama tetap tercatat sebagai "jam kerja"
Tidak bisa membedakan mesin yang benar-benar beroperasi dan hanya standby
Berdampak ke perhitungan upah dan jadwal maintenance yang kurang presisi
Solusi Modern
Rekam langsung gerakan alat kerjanya, bukan mesinnya
Berbeda dengan metode lama, solusi modern ini memanfaatkan angle sensor yang dipasang langsung ke bagian yang bergerak seperti manipulator, crane, atau lengan alat berat. Sensor ini akan merekam setiap gerakan secara real-time dan mengirim status “Aktif” atau “Tidak Aktif” ke terminal monitoring via Bluetooth.
Status kerja ditentukan dari gerakan alat yang benar-benar beroperasi.
Pengaturan durasi pause pada sensor bisa disesuaikan, jadi gerakan yang terhenti sebentar tetap dianggap "Aktif".
Sensor tahan air, wireless, dan baterai internal yang dapat bertahan beberapa tahun.
Komponen yang Digunakan
InCAN
Display RS
Angle Sensor
3. Monitoring Putaran Drum Truk Mixer
Kenapa Monitoring Drum Truk Mixer?
Pengiriman campuran beton memiliki standar yang ketat, karena campuran semen harus sesuai prosedur dan harus sampai ke lokasi konstruksi tepat waktu. Jika drum mixer tidak berputar dengan kecepatan dan arah yang benar, kualitas campuran beton bisa menurun dan mempengaruhi kualitas bangunan. Di sisi lain, ada juga risiko sebagian muatan beton tumpah saat dalam perjalanan. Sistem ini sebagai solusi Anda untuk mengontrol prosesnya dari jarak jauh, secara real-time.
Komponen yang Digunakan
Angle Sensor
Axial Sensor

