PFB220 Tipe: Flowmeter Area | Rotameter

PFB220 Tipe: flowmeter area | rotameter | Aplikasi: fluida umum | Fluida laboratorium |: scrubber | Pembersihan air murni proses basah PCB | Peralatan pengolahan air murni RO | Peralatan pengolahan kolam renang |
Diameter pipa yang berlaku: ulir internal 1/4″ inci atau ulir eksternal 1/4″ inci untuk pemasangan

Category:

Description

Tipe: Area Flow Meter (Rotameter)

Spesifikasi Umum

  • Jenis Fluida: Gas dan cairan
  • Material Bagian yang Bersentuhan dengan Fluida:
    • Bodi: Plastik akrilik
    • O-Ring: NBR
    • Pelampung (Float): SS316 (Stainless Steel 316)
  • Material Katup: SS316L
  • Ukuran Koneksi: M5 (male) & 1/4″ (female)
  • Pemasangan: Posisi vertikal
  • Tekanan Maksimum: 150 Psig (10 bar) pada 38°C (100°F)
  • Suhu Maksimum: ~+70°C
  • Akurasi: ±3% dari skala penuh

Struktur Flow Meter Area

Struktur flow meter area ditunjukkan pada gambar (tidak disertakan di teks).
Flow meter ini terdiri dari tabung berbentuk kerucut transparan dengan bagian kecil di bawah dan besar di atas, serta pelampung yang dapat bergerak naik turun di dalam tabung sebagai elemen pengukur.
Komponen utama flow meter meliputi mur, nozzle, stopper, dan cincin “O” (O-ring).

Ketika fluida mengalir dari bawah ke atas melalui tabung kerucut, akan terbentuk perbedaan tekanan di atas dan di bawah pelampung, yang menyebabkan pelampung naik.
Saat perbedaan tekanan seimbang dengan gaya berat, gaya apung, dan gaya viskositas pelampung, pelampung akan berada pada posisi statis.

Ketika laju aliran berubah, maka kecepatan fluida yang mengalir melalui celah cincin (annular gap) antara tabung dan pelampung juga berubah, menyebabkan pelampung bergerak naik atau turun.
Dengan demikian, tinggi posisi pelampung pada keadaan stabil dapat digunakan sebagai ukuran dari laju aliran fluida.

Petunjuk Pemasangan (Installasi)

  1. Sebelum pemasangan, keluarkan dudukan halus di dalam alat menggunakan tang lancip, lalu pasang kembali.
    Pastikan cincin karet (O-ring) terpasang dengan benar pada alur nozzle untuk mencegah kebocoran.
  2. Koneksi flow meter dapat disambungkan dengan pipa plastik ABS atau pipa PVC menggunakan sambungan khusus (metode pengikatan dehidrasi), atau flensa logam setelah disambungkan melalui metode plastik.
  3. Flow meter harus dipasang secara vertikal, tanpa kemiringan yang jelas.
    Ketinggian pemasangan harus memungkinkan pembacaan posisi pelampung dengan mudah.
    Saat membaca nilai aliran, garis pandang harus sejajar (horizontal) dengan posisi pelampung.
    (Standar umum: laju aliran yang digunakan sebaiknya berada di antara 50–70% dari kapasitas maksimum flow meter, hindari penggunaan pada nilai tertinggi secara terus-menerus).
  4. Pada bagian hulu (inlet) dan hilir (outlet) flow meter, disarankan terdapat pipa lurus sepanjang 5 kali diameter alat untuk menjaga kestabilan aliran.
  5. Tekanan fluida yang diukur harus stabil.
    Jika tekanan tidak stabil, pelampung akan bergetar dan pembacaan tidak akan akurat.
    Untuk itu, pasang peredam (buffer) atau katup pengatur (valve) di sisi hulu flow meter.
  6. Selama pengoperasian:
    • Buka perlahan katup di sisi hulu hingga terbuka penuh,
      kemudian atur laju aliran melalui katup pengatur di sisi hilir.
      (Langkah ini mencegah pelampung naik tiba-tiba dan merusak alat serta menghindari perubahan suhu fluida yang mendadak).
    • Jika terjadi kebocoran, umumnya disebabkan oleh pergeseran atau kerusakan O-ring, yang perlu diperbaiki atau diganti.
    • Saat menghentikan aliran, tutup perlahan katup di sisi hulu terlebih dahulu, baru kemudian tutup katup pengatur di sisi hilir.

Pengenalan Area Flow Meter

Flow meter area merupakan flow meter tekanan diferensial, alat yang sederhana dan fleksibel untuk mengukur laju aliran cairan, gas, dan uap.
Alat ini bekerja dengan penurunan tekanan konstan dan memberikan indikasi visual langsung terhadap aliran melalui posisi pelampung, piston, atau baling-baling.

Ketika aliran meningkat, elemen pengukur (float/piston/vane) bergerak naik untuk menyesuaikan area aliran yang lebih besar. Saat aliran berkurang, gravitasi atau pegas mengembalikan elemen ke posisi semula.

Flow meter berbasis gravitasi harus dipasang secara vertikal, sedangkan flow meter berpegas dapat dipasang dalam posisi apa pun.
Setiap flow meter area memiliki indikator lokal, dan dapat dilengkapi dengan sensor posisi serta transmitter (pneumatik, elektronik, digital, atau serat optik) untuk pemantauan jarak jauh.

Flow meter area tersusun atas tabung tirus vertikal (melebar dari bawah ke atas) dan pelampung berbentuk silinder.
Pelampung digerakkan oleh gaya fluida dari bawah ke atas, dan laju aliran dihitung berdasarkan luas penampang fluida yang lewat.

Flow meter jenis ini banyak digunakan di industri:

  • Pembangkit listrik
  • Petrokimia & kimia
  • Pengolahan air limbah

Jenis Flow Meter Area

  • Rotameter (dengan pelampung di tabung kerucut)
  • Kombinasi orifice/rotameter (bypass rotameter)
  • Katup variabel saluran terbuka (open channel gate)
  • Cone quick plug
  • Desain baling-baling atau piston

Rotameter

Rotameter adalah jenis flow meter area variabel yang paling umum digunakan.
Terdiri dari tabung berbentuk kerucut (kaca atau plastik) yang dipasang vertikal dan pelampung pengukur yang dapat bergerak bebas di dalamnya.
Meskipun dikategorikan sebagai alat tekanan diferensial, rotameter sebenarnya beroperasi dengan tekanan diferensial konstan.

Saat fluida masuk dari bawah, pelampung akan naik hingga perbedaan tekanan antara permukaan atas dan bawah menyeimbangkan beratnya.
Semakin besar laju aliran, semakin tinggi pelampung naik.
Untuk cairan, pelampung terangkat karena gabungan efek gaya apung dan kecepatan fluida, sedangkan untuk gas, pelampung terutama dipengaruhi oleh kecepatan fluida.

Fitur Utama

  • Tinggi pelampung menunjukkan laju aliran secara langsung.
  • Tabung rotameter dapat dikalibrasi dan ditandai dengan satuan aliran tertentu.
  • Rentang pengukuran hingga 12:1.
  • Akurasi dapat mencapai 1% dari skala penuh.
  • Tabung tersedia dalam material kaca, logam, atau plastik.
  • Dapat digunakan untuk udara, air, fluida korosif, atau air deionisasi.
  • Tidak sensitif terhadap perubahan viskositas (terutama rotameter besar).
  • Dapat dilengkapi dengan pelampung magnetik untuk fungsi alarm dan sinyal.
  • Pembacaan langsung tanpa alat tambahan.
  • Dapat ditambahkan sensor otomatis untuk mengirim sinyal laju aliran.
  • Banyak model dilengkapi katup bawaan untuk pengaturan manual aliran.
  • Desain pelampung yang berputar memberikan stabilitas dan keseimbangan pusat.

Keunggulan Utama

  • Harga terjangkau
  • Desain sederhana
  • Penurunan tekanan rendah
  • Aplikasi luas
  • Output linear

Panduan Pemilihan Flow Meter Area Variabel

Sebelum memilih flow meter, tentukan hal-hal berikut:

  1. Berapa laju aliran minimum dan maksimum yang diukur?
  2. Berapa suhu proses minimum dan maksimum?
  3. Berapa ukuran pipa atau tabung proses?
  4. Apakah diperlukan meter pembacaan langsung atau cukup meter inferensial?
  5. Berapa tingkat akurasi yang dibutuhkan?
  6. Apakah diperlukan katup pengatur aliran?
  7. Apakah ada tekanan balik (back pressure) pada sistem?
  8. Berapa tekanan maksimum proses?