PFB240 Tipe: Flowmeter Area | Rotameter

PFB240 Tipe: Flowmeter Area | Rotameter | Aplikasi: Fluida Umum | Fluida Laboratorium |: Scrubber | Pembersihan Air Murni PCB Proses Basah | Peralatan Pengolahan Air Murni RO | Peralatan Pengolahan Kolam Renang |
Diameter pipa yang berlaku: ulir internal 1/4″ inci atau ulir eksternal 1/4″ inci

Category:

Description

PFB240 Type: Area Flowmeter | Rotameter

Aplikasi: Gas dan cairan
Material Bagian yang Bersentuhan dengan Fluida:

  • Bodi: Plastik Akrilik
  • O-Ring: NBR
  • Pelampung: SS316 (Stainless Steel 316)
    Material Katup: SS316L
    Ukuran Koneksi: G 1/2″ (male) & 1/4″ (female)
    Pemasangan: Posisi vertikal
    Tekanan Maksimum: 150 Psig (10 bar) pada 38°C (100°F)
    Suhu Operasi: ~+70℃
    Akurasi: ±3% dari skala penuh (FS)

Flowmeter Area

Pengenalan

Flowmeter area adalah jenis flowmeter tekanan diferensial. Alat ini sederhana namun serbaguna untuk mengukur laju aliran cairan, gas, dan uap. Flowmeter ini bekerja dengan penurunan tekanan yang relatif konstan.
Dalam jenis flowmeter ini, indikasi visual langsung terhadap aliran ditunjukkan oleh posisi pelampung (float), piston, atau baling-baling (vane). Posisi komponen tersebut berubah saat laju aliran meningkat, karena fluida yang mengalir membuka area aliran yang lebih besar untuk dilewati fluida.

Ketika aliran berkurang, gaya gravitasi atau pegas akan mengembalikan elemen aliran ke posisi semula. Flowmeter berbasis gravitasi harus dipasang vertikal, sedangkan flowmeter berpegas dapat dipasang pada posisi apa pun.
Setiap flowmeter area memiliki indikator lokal, dan juga dapat dilengkapi dengan sensor posisi serta transmitter (pneumatik, elektronik, digital, atau serat optik) untuk koneksi ke display atau kontrol jarak jauh.

Flowmeter area terdiri dari tabung berbentuk tirus vertikal (melebar dari bawah ke atas) dan pelampung berbentuk silinder. Pelampung digerakkan oleh gaya fluida yang mengalir dari bawah ke atas, dan volume aliran dihitung berdasarkan luas area fluida yang lewat. Flowmeter ini banyak digunakan di industri pembangkit listrik, petrokimia, kimia, dan pengolahan air limbah.

Jenis Flowmeter Area

Flowmeter area tersedia dalam beberapa desain berikut:

  • Rotameter (dengan pelampung di tabung kerucut)
  • Kombinasi orifice/rotameter (misalnya rotameter bypass)
  • Katup variabel saluran terbuka (open channel)
  • Cone quick plug, dan
  • Desain baling-baling atau piston

Rotameter

Rotameter adalah jenis flowmeter area variabel yang paling banyak digunakan.
Secara umum, rotameter terdiri dari tabung berbentuk kerucut vertikal (terbuat dari kaca atau plastik) dan pelampung pengukur yang dapat bergerak bebas di dalamnya.
Walaupun digolongkan sebagai perangkat tekanan diferensial, rotameter sebenarnya adalah perangkat tekanan diferensial konstan.

Konektor ujung flange memudahkan instalasi pada pipa. Pelampung akan berada di dasar tabung saat tidak ada aliran fluida. Ketika fluida masuk dari bawah tabung, pelampung akan naik.
Posisi pelampung sebanding langsung dengan laju aliran. Posisi presisi pelampung terjadi ketika perbedaan tekanan antara permukaan atas dan bawahnya menyeimbangkan berat pelampung. Semakin besar aliran, semakin tinggi pelampung akan terangkat.

Untuk fluida cair, pelampung naik karena gabungan efek gaya apung dan kecepatan fluida, sedangkan untuk gas, gaya apung bisa diabaikan dan pelampung lebih dipengaruhi oleh kecepatan aliran.

Fitur Utama

  • Pada rotameter, tinggi pelampung menunjukkan laju aliran.
  • Tabung rotameter dapat dikalibrasi dan diberi indeks dengan satuan aliran yang sesuai.
  • Rentang pengukuran (turndown ratio) dapat mencapai 12:1.
  • Akurasi dapat mencapai 1% dari skala penuh.
  • Tabung rotameter dapat dibuat dari kaca, logam, atau plastik.
  • Diameter tabung berkisar dari 1/4 hingga lebih dari 6 inci.
  • Untuk aplikasi aman seperti udara atau air, tabung kaca dapat digunakan. Namun, untuk kondisi yang berpotensi berbahaya, digunakan tabung logam.
  • Untuk tekanan tinggi dan suhu di atas batas aman kaca, digunakan rotameter tabung logam.
  • Rotameter tabung plastik memiliki biaya menengah dan cocok untuk cairan korosif atau air deionisasi.
  • Hampir semua rotameter tidak sensitif terhadap perubahan viskositas.
  • Rotameter kecil dengan pelampung bola lebih sensitif terhadap viskositas dibanding yang besar.
  • Rotameter dengan pelampung magnetik dapat digunakan untuk fungsi alarm atau sinyal.
  • Laju aliran dapat dibaca langsung pada skala di samping tabung, tanpa alat bantu tambahan.
  • Namun, sensor otomatis dapat ditambahkan untuk mendeteksi posisi pelampung dan mengirimkan sinyal aliran.
  • Setiap posisi pelampung merepresentasikan laju aliran tertentu untuk fluida dengan densitas dan viskositas tertentu.
    Oleh karena itu, pemilihan ukuran rotameter yang tepat sangat penting.
  • Banyak rotameter yang memiliki katup bawaan untuk pengaturan manual aliran.
  • Bentuk pelampung bervariasi sesuai aplikasi.
    Desain awal pelampung memiliki alur (slot) yang menyebabkan pelampung berputar untuk stabilisasi dan pemusatan.
    Dari sinilah nama “rotameter” berasal.

Ukuran Rotameter

Rotameter biasanya memiliki data kalibrasi dan skala baca langsung untuk udara, air, atau keduanya.
Untuk aplikasi selain itu, aliran aktual harus dikonversi menjadi aliran standar.

  • Untuk cairan, aliran standar = ekuivalen air dalam GPM (gallon per minute)
  • Untuk gas, aliran standar = aliran udara dalam SCFM (standard cubic feet per minute)

Produsen rotameter menyediakan tabel konversi, nomogram, atau perangkat lunak untuk membantu perhitungan dan penentuan ukuran rotameter yang sesuai.

Keunggulan Utama Rotameter

  • Biaya rendah
  • Desain sederhana
  • Penurunan tekanan kecil (low pressure drop)
  • Aplikasi luas
  • Output linear

Cara Memilih Flowmeter Area Variabel

Pertanyaan yang harus dijawab sebelum memilih flowmeter:

  1. Berapa laju aliran minimum dan maksimum proses?
  2. Berapa suhu proses minimum dan maksimum?
  3. Berapa ukuran pipa atau tabung?
  4. Apakah Anda memerlukan meteran pembacaan langsung, atau cukup dengan meter inferensial?
  5. Berapa tingkat akurasi yang dibutuhkan?
  6. Apakah dibutuhkan katup pengatur aliran?
  7. Apakah ada tekanan balik (back pressure)?
  8. Berapa tekanan maksimum proses?