Seri FRV-F | Pengukur Aliran Turbin | Pengukur Aliran Oli

Flowmeter turbin FRV: Mengadopsi desain cetakan dan pemrosesan terintegrasi. Diameter pipa yang berlaku: DN4 ~ DN200. Flowmeter ini secara efektif dapat meningkatkan pengukuran aliran kecil dan besar yang tidak stabil. Dikembangkan berdasarkan desain umum pertama FGT. Pengukuran: solar, bensin, metanol, air, asam lemah, alkali lemah, dan cairan lainnya memiliki presisi yang dapat disesuaikan secara elektronik. Media yang diukur bebas dari pengotor, viskositas rendah, dan cairan korosif yang kuat. Sesuai dengan standar desain ATEX, IEC1709, CE, SGS, BSMI, dan indikator sertifikasi internasional lainnya, jenis keluaran: 4 ~ 20mA, Pulse, RS485, mendukung MODBUS RTU, protokol NB-IOT, dan dapat digunakan dengan perangkat lunak cloud SMM untuk memantau pembacaan meter jarak jauh.

Category:

Description

Fitur Produk

Karakteristik:

  • Presisi tinggi: standar ±1%R, opsional ±0,5%R, presisi tinggi ±0,2%R.

  • Repeatability (pengulangan): dari 0,05 R hingga 0,2 R.

  • Keluaran: Sinyal frekuensi pulsa (3–4 kHz) / 4~20mA.

  • Rentang lebar: untuk pipa berdiameter sedang dan besar 1:20, diameter kecil 1:10.

  • Beragam metode koneksi: ulir / flange / wafer.

  • Protokol yang didukung: NB-IOT / MODBUS RTU.

  • Sumber daya: DC atau baterai.

Aplikasi:

Pipa boiler, sistem pendingin udara (AC cooling systems), dan berbagai sistem perpipaan distribusi cairan.

Pemasangan & Aplikasi Aliran pada Pipa yang Ada:

Untuk jalur pipa yang sudah ada: desain bertenaga baterai memungkinkan pengguna segera mengetahui kondisi fluida di jalur tersebut.
Dapat melakukan pengaturan pemantauan melalui ponsel di lokasi (on-site mobile monitoring).

Desain Unggulan – FRV Vortex Flowmeter:

FRV Vortex Flowmeter menggunakan desain pemrosesan cetakan terintegrasi yang berlaku untuk diameter pipa DN4 hingga DN200.
Desain ini secara efektif meningkatkan kestabilan pengukuran baik pada aliran kecil maupun besar.
Dikembangkan oleh desain umum pertama FGT, alat ini mampu mengukur cairan seperti diesel, bensin, metanol, air, asam lemah, basa lemah, dan cairan lain yang tidak memiliki kotoran, viskositas rendah, serta tidak bersifat korosif kuat.

Memiliki akurasi yang dapat disesuaikan secara elektronik, sesuai dengan standar desain ATEX, IEC1709, CE, SGS, BSMI, dan sertifikasi internasional lainnya.
Tipe keluaran yang didukung: 4~20mA, Pulsa, RS485, serta protokol MODBUS RTU dan NB-IOT.
Dapat digunakan bersama perangkat lunak SMM Cloud untuk mewujudkan pemantauan pembacaan meter jarak jauh.

Desain Unggulan Vortex Flow Meter

Teknologi Inti Bilah (Blade Core Technology):

Menggunakan stainless steel non-magnetik, dibentuk dengan pemrosesan sekali jadi (one-time molding) untuk meminimalkan interferensi sinyal mikro dan menyesuaikan koefisien gesekan pada permukaan bilah.
Hal ini meningkatkan kecepatan bilah dan akurasi koefisien pengukuran.

Pemrosesan Presisi CNC Terintegrasi:

  • Ketahanan benturan tinggi: Bilah turbin diproses menjadi satu bagian tanpa sambungan, memberikan keseimbangan dan performa aliran yang lebih baik.

  • Keseimbangan dinamis lebih baik: Tidak menghasilkan nilai putaran kosong (idling) pada laju aliran rendah, memastikan pengukuran presisi tinggi.

Pemrosesan & Pencetakan Satu Bagian:

Menggunakan bantalan pemandu aliran streamline (streamlined guide bearing) dari bahan stainless steel yang lebih tahan benturan, mengurangi kehilangan tekanan fluida, dan mencegah kesalahan pengukuran.

Bilah Tanpa Titik Las (Weld Joint):

Pemrosesan presisi tinggi menghasilkan bilah berbentuk lengkung (arc-shaped).

Perbandingan:

Desain FRV Desain Umum
Bilah tanpa titik las Bilah dilas, mudah rapuh dan retak
Bentuk melengkung, presisi tinggi Bilah datar, tidak akurat untuk aliran kecil
Tahan benturan dan aus Rentan aus, gangguan aliran besar

Desain Prosesor Komputasi (Computing Processor Design):

  • Mengadopsi desain papan modul fungsi berlapis, memungkinkan penggantian modul tertentu tanpa mengganti seluruh unit.

  • Menggunakan konektor soket komunikasi, memastikan koneksi sinyal kuat dan stabil.

Prinsip Kerja Turbine Flow Meter

Cairan mengalir melalui rumah sensor. Karena bilah impeller memiliki sudut tertentu terhadap arah aliran, gaya impuls dari fluida menciptakan torsi rotasi pada bilah.
Setelah gaya gesek dan hambatan fluida diatasi, bilah akan berputar dengan kecepatan stabil. Dalam kondisi tertentu, kecepatan rotasi sebanding dengan laju aliran fluida.

Karena bilah bersifat magnetik permeabel, ketika berputar dalam medan magnet detektor sinyal (magnet permanen + koil), maka bilah memotong garis medan magnet dan menyebabkan perubahan fluks magnetik periodik di dalam koil.
Akibatnya, timbul sinyal listrik pulsa pada kedua ujung koil.
Sinyal ini diperkuat dan dibentuk menjadi gelombang pulsa persegi dengan amplitudo tertentu, lalu dikirim ke instrumen tampilan untuk menunjukkan laju aliran sesaat (instantaneous flow) dan volume total (total cumulative) fluida.

Dalam rentang aliran tertentu, frekuensi pulsa (f) sebanding dengan laju aliran sesaat (Q) cairan yang melewati sensor, dengan persamaan:

Dimana:

  • f = frekuensi pulsa [Hz]

  • k = faktor meter sensor [1/m] (diberikan oleh pabrikan dalam sertifikat kalibrasi)

  • Q = laju aliran sesaat [m³/jam]

  • 3600 = faktor konversi
    Jika satuan k adalah [1/L], maka:

Komponen Utama Turbine Flowmeter

Turbine flowmeter termasuk dalam jenis velocity flowmeter, juga dikenal sebagai impeller flowmeter.
Alat ini menggunakan hubungan proporsional antara kecepatan rotasi sudut impeller dan laju aliran fluida, serta mengukur volume aliran berdasarkan kecepatan rotasi tersebut.

Umumnya terdiri dari lima bagian utama:

  1. Badan (Body)
    Terbuat dari baja atau besi cor, dengan sambungan flange di kedua ujungnya.
    Untuk ukuran kecil, digunakan sambungan ulir.

  2. Komponen Pengukur (Measuring Components)
    Bilah turbin yang diproses presisi, dilengkapi gear reduksi dan bantalan.
    Menggunakan bantalan baja tahan karat self-lubricating yang memastikan umur panjang.
    Dapat menggunakan pompa pelumas eksternal, tetapi pengguna harus menghindari pelumasan berlebihan.

  3. Counter (Penghitung)
    Panel counter mencantumkan:

    • Suhu dan tekanan kerja maksimum.

    • Rentang aliran minimum dan maksimum.

    • Model produk dan nomor seri.

    • Kelas dan tanda tahan ledakan.

    • Ekuivalensi pulsa frekuensi rendah/tinggi dan metode pengkabelan.

  4. Rectifier (Penyearah Aliran)
    Menjaga aliran fluida tetap stabil dan teratur saat melewati sensor untuk meningkatkan akurasi pengukuran.

  5. Perangkat Transmisi Kopling Magnetik (Magnetic Coupling Transmission Device)
    Memisahkan bagian counter dari lingkungan gas bertekanan dan mentransmisikan rotasi pengukuran ke counter.

Struktur Instrumen & Pemasangan

  1. Pemasangan menggunakan flange, ulir, atau tipe clamp-on (clip-on).

  2. Arah aliran cairan harus sesuai dengan panah pada badan sensor.

    • Pipa lurus bagian hulu ≥6DS, hilir ≥5DS (DS = diameter dalam pipa).

  3. Sensor harus dijauhkan dari medan magnet eksternal.

  4. Disarankan memasang pipa bypass agar fluida tetap mengalir selama perawatan.

  5. Jika dipasang di ruang terbuka, pastikan colokan amplifier tahan air.

  6. Metode pengkabelan antara sensor dan alat tampilan harus disesuaikan dengan jenis sumber daya amplifier.